Nabi Ilyas Alaihissalam
Nabi Ilyas Alaihissalam adalah
keturunan ke-4 dari Nabi Harun Alaihissalam. Ia diutus oleh Allah
Subhanahu Wa Ta’ala kepada kaumnya, Bani Israil, yang menyembah patung
berhala bernama Ba’al. Berulang kali Nabi Ilyas Alaihissalam
memperingatkan kaumnya, namun mereka tetap durhaka. Karena itulah
Allah Subhanahu Wa Ta’ala menurunkan musibah kekeringan selama
bertahun-tahun, sehingga mereka baru tersadar bahwa seruan Nabi Ilyas
Alaihissalam itu benar. Setelah kaumnya
tersadar, Nabi Ilyas Alaihissalam berdoa kepada Allah Subhanahu Wa
Ta’ala agar musibah kekeringan itu dihentikan. Namun setelah musibah itu
berhenti, dan perekonomian mereka memulih, mereka kembali durhaka
kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Akhirnya kaum Nabi Ilyas Alaihissalam
kembali ditimpa musibah yang lebih berat daripada sebelumnya, yaitu
gempa bumi yang dahsyat sehingga mereka mati bergelimpangan.
Kisah Teladan dari Nabi Ilyas as diutus oleh Allah Swt. untuk
mengingatkan kaum Bani Israil yang kufur, yaitu penduduk negeri Baalbek,
sebuah darah di Libanon. Mereka menyembah berhala bernama Baal. Ilyas
merupakan keturunan keempat Nabi Harun. Ia adalah putra Yasin bin
Fanhash bin Aizar bin Harun. Ia berdakwah agar kaumnya mau meninggalkan
kebiasaan buruk mereka menyembah berhala. Berkali-kali Nabi Ilyas
mengingatkan, namun mereka tidak pernah menghiraukan. Menyadari kaumnya
tidak mematuhi seruannya, Nabi Ilyas meminta agar Allah Swt. menurunkan
azab-Nya. Maka datanglah bencana kekeringan melanda negeri Baalbek.
Kisah Nabi Ilyas ini tidak banyak diceritakan dalam Al Qur'an. Nama
Ilyas hanya disebut empat kali, yaitu dalam surah al-An'am ayat 85 serta
surah as-Saffat ayat 123, 129 dan 130.
Bencana Kekeringan
Karena kaum Nabi Ilyas durhaka, Allah Swt. menurunkan azab berupa
kemarau panjang selama tiga tahun berturut-turut. Semua tanaman dan
hewan mati karena kelaparan. Kaum Nabi Ilyas akhirnya menyadari
kesalahan mereka. Mereka bersedia meninggalkan berhala dan berjanji
tidak menyembahnya lagi. Karena mereka sadar, Nabi Ilyas memohon kepada
Allah Swt. agar menurunkan hujan ke tengah- tengah kaumnya. Namun
setelah menikmati kemakmuran hidup, kaum Nabi Ilyas kembali ingkar.
Mengetahui kekufuran kaumnya, Nabi Ilyas pun berdoa agar Allah Swt.
menarik kembali nikmat yang telah dicurahkan kepada kaumnya dan mereka
kembali ditimpa bencana yang lebih dahsyat daripada bencana sebelumnya.
Berhala
Nabi Ilyas mendapat tugas dari Allah Swt. untuk menyadarkan kaum Bani
Israil yang suka menyembah berhala Baal. Ilyas mengingatkan kaumnya,
bahwa berhala yang mereka sembah itu bukan tuhan yang sebenarnya. Ia
juga menyerukan agar mereka takut kepada Allah Swt. yang menciptakan
alam semesta, dan menegaskan bahwa Allah Swt. adalah Tuhan para
pendahulu mereka. Namun kaum Bani Israil mendustakan seruan Ilyas
tersebut. Kisah Nabi Ilyas yang memperingatkan kaumnya itu terdapat
dalam Al-Qur'an surah as-Saffat ayat 124-127.
Nabi Ilyas As
Nabi Ilyas memiliki seorang anak angkat bernama Ilyasa. Ia sering
menemani Nabi Ilyas dalam melaksanakan tugasnya berdakwah, terutama
ketika Nabi Ilyas sudah menginjak usia tua. Setelah Nabi Ilyas meninggal
dunia, Allah Swt. mengutus Ilyasa untuk melanjutkan tugas ayahnya
menyampaikan dakwah kepada kaumnya yang angkuh itu.
Baalbek
Baalbek merupakan sebuah kota yang sekarang berada dalam wilayah
Libanon. Pada masa Nabi Ilyas, kota ini didiami oleh bangsa Fenisia,
yang merupakan bangsa pelaut terkenal. Bangsa ini menyembah berhala
Baal. Sampaisekarang masih ada sebuah bangunan altar bernama Heliopolis
yang diyakini sebagai tempat penyembahan bangsa Fenisia kepada Dewa
Baal. Nama kota Baalbek sendiri diambil dari nama Baal, dewa bangsa
Fenisia.

Komentar
Posting Komentar